Cintaku Seindah Bukit Bintang

Suasana kota Jogja di sore hari memang sangat mengagumkan. Banyak kendaraan lalu lalang dan para pedagang kaki lima di pinggir-pinggir pertokokan. Adis yang baru pertamakali keJogja masih terpesona dengan suasana di Jogja. Setiap sore ia berjalan-jalan ke Malioboro hanya sekedar melihat orang-orang yang ada disana. “ Kali ini kamu mo beli apa Dis?” Tanya Wilda teman satu kost nya. “ Gak tahu Wil, aku seneng aja jalan-jalan ke Malioboro! Apalagi kalau bisa ke Tugu Jogja!” Jawabnya sambil merapihkan tempat tidurnya. “ Ah, kamu Dis! Gimana mo ke Tugu? Kost kita aja tutup jam sepuluh!” “ Gimana kalo kita cari baju aja? Lumayan buat kuliah!” “ Dimana? Bringharjo udah tutup kali!” “ Udah! Kamu mau ikut nggak?” Tanpa pikir lagi Wilda akhrinya ikut Adis ke Malioboro. Adis adalah seorang mahasiswi semester awal di salah satu Universitas swasta yang cukup ternama di Yogyakarta. Walaupun letak kampusnya di daerah Bantul, tapi tak menyurutkan langkahnya pergi melihat indahnya Jogja. Perjalanan mereka kali ini tak seperti biasanya. Adis menemukan sesuatu yang selama ini menjadi keinginan Adis yang tak pernah terwujud. “ Kita kemana Dis?” tanya wilda. “ Mall Malioboro aja! Aku pengen es krim nih!” Ketika mereka tiba parkiran depan Mall Malioboro, tiba-tiba Adis melihat seseorang yang mengenakan jaket putih sedang memarkirkan motornya disebelah motor Adis bersama temannya. Dan orang itu tak asing bagi Adis. Cowok tinggi,putih, dengan badan yang tak terlalu kurus dan kaca mata yang dikenakannya membuat Adis sadar siapa yang ada di hadapannya. “ Kak Andi?” Kata Adis pelan. Cowok yang tadinya tak peduli siapa yang ada disampingnya tiba-tiba menoleh pada Adis. “ Adis?” katanya setelah melihat Adis. Dengan raut muka tertegun dan tak percaya ‘ God, dia masih kenal aku!’ “ Kamu Adis kan?” tanyanya sekali lagi. “ Eh, iya Kak! Ini beneran Kak Andi kan? Andi Aditya?” Tanya Adis tak percaya. “ Iya Adis! Kamu kuliah di Jogja?” “ Iya!” Akhirnya mereka berempat ngobrol di dalam Mall. “ Owh, jadi Kak Andi kuliah Di Semarang! Satu kelas sama kak Roni juga!” Roni adalah teman Andi yang baru dikenalkan pada Adis dan Wilda. “ Iya! Kebetulan kita lagi liburan. Rumah ku kan di Jogja, Andi katanya pengen jalan-jalan ke Jogja, so dia ikut aku kesini!” jawab Roni.Setelah pertemuan itu, Adis tak henti-hentinya senyum sampai tiba dikost dan membuat Wilda binggung. “ Kamu kenapa sih Dis? Dari tadi senyum-senyum sendiri!” “ Wilda! Kamu tahu nggak? Kak Andi itu cinta pertamaku! Waktu SMA dulu aku suka sama dia, tapi nggak pernah aku ungkapin, waktu dia kuliah aku nggak pernah tahu kabarnya lagi. Dan selama ini aku berdoa agar bisa ketemu dia lagi! Dan doaku terkabul Wil!” Jawab Adis sambil memeluk Wilda. “ Aduh! Lepasin! Sakit tahu!” “ Iya maaf! Habis aku seneng banget!” “ Hah! Itu toh alesannya! Ya emang dia cakep sih! Temenya juga tadi!” “ Kak Roni? Ah, manisan kak Andi! Dia lucu banget! Aku ketemu Nobitaku lagi!” “ Nobita?” “ Dia kan pake kacamata! Dulu aku panggil dia Kak Nobi!” Sudah sejak lama Adis memendam perasaan pada Andi. Pertemuan mereka dimulai ketika Adis duduk di bangku SMA. Andi sebagai kakak kelas Adis yang terkenal pintar disekolah membuat Adis jatuh hati pada pandangan pertama. Adis selalu mencoba untuk mengenalnya lebih jauh. Mencari tahu semua tentang Andi. Dan mereka saling mengenal ketika Andi hampir lulus dari sekolahnya dulu. Saat perpisahan sekolah, Adis tak mampu mengungkapkkan perasaan yang selama ini ia pendam, ia hanya bisa melihat Andi dari kejauhan dan yang membuat ia sakit, pada waktu itu Andi tak perduli sedikitpun pada Adis, karena Andi sudah punya pacar waktu itu.Seminggu Andi di Jogja, membuat rasa cinta yang dulu terpendam kembali bersemi. Bagi Adis, belum ada yang bisa menggantikan posisi Andi dihatinya walaupun hampir dua tahun mereka tak bertemu. Setiap hari mereka berempat mengunjungi tempat-tempat wisata di Jogja. Dari Alun-alun sampai parangtritis pun mereka kunjungi. “ Aduh, besok kemana lagi ya kak?” tanya Adis, ketika mereka beristirahat setelah dari Taman Sari. “ Kemana ya Dis? Kamu punya referensi gak Ron?” “ Aduh kemana ya Ndi? Aku juga bingung!” “ Gimana kalau besok malem kita nikmati Jogja dimalam hari!” sela Wilda. “ Terus kemana ?” Tanya Adis. “ Kita mulai dari bundaran UGM, cari makan disitu. Terus kita jalan-jalan aja ke Amplas, habis dari Amplas kita ke Kali Code terus kita langsung ke Tugu, foto-foto disana. Habis itu kita langsung ke Malioboro dan berhenti di VerddeBurg. Kalau mau lanjut lagi bisa ke alun-alun kan?” Terang Wilda. “ Ya ampun Wil!!! Terus kita pulangnya gimana??” Tanya Adis. “ Nggak usah pulang lah Dis! Katanya mau ke Tugu?” “ Iya Dis, Wilda bener! Lagian besok malming kan?” Sela Andi. “ Aduh! Gimana yah?” “ Paginya langsung ke Sunmor deh!” lanjut Wilda. Akhirnya Adis menyerah karena suara mereka terlalu banyak untuk ditolak. Apalagi bersama Andi. Apapun akan Adis lakukan demi cintanya. Malam yang dinantipun tiba. Adis yang naik motor bersama Andi merasa bahagia malam itu. ‘ Ya Allah! Ini bener kan ? gak mimpi? Dari dulu aku sayang kamu kak!’ katanya dalam hati. “ Hey, kok diem?” tanya Andi. “ Eh, gak kok kak! Bingung mulai dari mana!” “ Makasih ya Dek, udah nemenin kakak selama di Jogja!” “ Iya kak! Kapan lagi bisa ketemu kakak! Makanya jangan lost kontak dong kak!” “ Iya, maafin kakak! Eh, kok dulu kita jarang ngobrol gini yah? Kamu tuh asyik loh kalo diajak ngobrol!” “ Ah, kakak aja yang sibuk sendiri! Apa lagi kalau udah sama mba Dess….!” kata-katanya terhenti. “ Kakak masih sama dia?” “ Siapa? Dessy? Ya nggak lah! Sekarang kan sama kamu! Hehheh..” “ Ah, kakak ni!” Sampai juga mereka di daerah UGM. Banyak sekali pedagang makanan disana. Dari lesehan yang mahal sampai yang murah pun ada. Tanpa pengetahuan makanan yang mereka miliki, mereka asal saja memilih lesehan disana. Tapi untungnya, lesehan yang mereka datangi enak dan hargannya cukup terjangkau. Setelah selesai mereka makan, mereka langsung tancap gas ke arah jalan Solo. “ Ini ke Amplas kan Dek?” “ Iya,!” jawab Adis. “ Disana ada apa aja Dek?” “ Banyak dong kak! Ya kalau di Semarang kayak Citra Land kali! Btw, tumben panggil ‘Dek’?” “ Owh,,,ya karena kamu udah kayak adek kakak sendiri! Adek ku yang manis, baik, pinter juga cerewet!” Jawabnya sambil tertawa lebar. “ Hah? Cerewet?” .’ ternyata dia Cuma nganggep aku adek! Tuhan. Gimana nih?’ Sesampainya di Ampalas, mereka langsung menuju arena permainan TimeZone. Ketika berjalan, Andi menggandeng tangan Adis layaknya sepasang kekasih. Jantung Adis berdebar sangat kencang, dia hanya bisa berjalan terpaku. Wajahnhya pucat, tangannya dingin tak tahu apa yang harus ia lakukan. “ Hmmm…wah ada yang baru jadian nih!” Ledek Roni. “ Iya sampai nggak inget kita!” Sela Wilda. Sesaat Andi melepaskan pegangannya. “ Apaan sih kalian?” Jawab Andi. Adis masih terdiam. “ Jadiaan juga gak apa-apa kok Kak! Adis juga Jomblo! Hahah” Kata Wilda. “ Ya emang gak apa-apa! Iya kan adek ku sayang!” Jawab Andi sambil mrangkulkan tangannya di pundak Adis sambil berjalan. Adis tak bisa berkata apapun. Ia makin gugup dan jantungnya berdetak lebih kencang. “ Cieeeee!” Ledek Roni dan Wilda. Saat tiba diarena permainan. Mereka langsung menuju ke permainan basket. Tim Adis dan Andi melawan Tim Roni dan Wilda. Setelah puas bermain, mereka melanjutkan melihat-lihat seisi Mall yang sangat besar itu. Ketika tiba di toko pernak-pernik. “ Eh kak! Lihat deh lucu banget nih gantungan Hpnya!” Kata Adis, sambil menunjukan sepasang gantungan HP dengan gambar bintang. “ Kok Bintang sih Dek? Kenapa gak yang hati?” “ Nggak suka! Aku lebih suka bintang, karena bintang akan tetap bersinar dilangit!” “ Ya udah, beli yang ini!” Andi mengambil gantungan itu dari tangan Adis dan membayarnya di kasir. Setelah mereka keluar dari toko tersebut, Andi memasang gantungan itu di HP nya dan memberikan bagian dari bintang itu pada Adis. “ Aku nggak minta kakak beli ini!” kata Adis sambil memasangnya di Hpnya. “ Nggak apa-apa! Buat kenang-kenangan! Lucu yah kalo disatuin jadi bintang utuh, bisa nyala lagi!” “ Ya ampun! Kalian so sweet banget sih? Udah, jadian aja!” Kata Roni sambil tertawa. “ Iya nih! Jadian aja sih!” lanjut Wilda. “ Udah dek, nggak usah didengerin!” ‘ I hope so kak!’ Kata Adis dalam hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: